Thursday, April 5, 2012

Inspirasi tarbiyah dari Gaza




Gaza – Infopalestina: Mereka masih bocah ingusan ketika Hamas lahir tahun 1987. Namun mereka dibesarkan Hamas dan generasi masjid hingga dunia pun harus tercengang dengan karya dan pengaruh mereka. Bocah ingusan kemarin sore itu kini menjadi pimpinan hari ini yang mengibarkan bendera Hamas dan lantang berbicara fasih mengupas visi dan jati diri Hamas. Merekalah yang terdidik dengan prinsip-prinsip Hamas dari hari ke hari.


Industri Pahlawan


Jubir Hamas di Gaza utara, Adul Lathif Al-Qanu’ yang masih beberapa tahun usianya saat Hamas lahir tahun 1987, adalah salah dari sekian banyak melalui masa kecil dan masa mudanya dalam buaian Hamas dan menyatakan kepribadiannya begitu terpengaruh dengan ideologi gerakannya. Kepada Infopalestina Qanun mengisyaratkan bahwa sejak kukunya tumbuh, ia selalu akrab dengan masjid dan ikuti dalam Intifadhah. “Takdir Allah menentukan saya dididik oleh Hamas yang mengubah potensi dan kemampuannya saya. Saya sempat bertemu dan dididik oleh pimpinan besar sekaliber Nazzar Rayyan, Rantisi dan Syekh Ahmad Yasin,” “Saat Intifadhah, saya aktif di kegiatan kemahasiswaan, yang saat itu saya menjadi wakil ketua Dewan Kemahasiswaan. Kini saya perbaruhi baiat saya luar dalam.”


Konsisten Di Tengah Ujian


Qanu’ menguraikan sejumlah tahap penting sejarah Hamas yang cemerlang; dari fase kelahirannya saat Intifadhah Batu, kemdian menghadapi pukulan keras dan sadis yang hampir meluluh-lantakkan Hamas melalui tangan Otoritas “Olso” Palestina, sejumlah pimpinan pernah ditahan oleh otoritas Palestina dan disiksa di penjara sejak tahun 1987 hingga sekarang ini di Tepi Barat. Namun Hamas bertahan dan mulai mengembalikan kekuatannya sehingga semakin kuat saat lahir Intifadhah Al-Aqsha kemudian memiliki elit pimpinan yang berbeda dengan pimpinan era tahun 1987 dari sisi kemampuan militer. Hamas pun berjalan di atas dua rel yang seimbang; rel prinsip dasar perlawanan dan rel pemerintahan dengan jargon “perubahan dan reformasi”. Hingga akhirnya Hamas memiliki popularitas luas melalui operasi militer dan jihadnya. Meski diterpa berbagai cobaan berat dan sulit, dalam pemilu legislatif Palestina, Hamas mampu memetik keberhasilan telak dan merebut suara mayoritas di parlemen Palestina dengan platform “perlawanan, perubahan dan reformasi”. “Hamas tetap dalam prinsipnya melawan penjajah Israel dan tidak akan mengakuinya. Ini tidak akan berubah.” Tegas Qanu’.


Hamas Antara Prinsip Permanen dan Fleksibel


Jubir Hamas di Khan Yunis, Hammad Raqb, yang kepribadiannya juga diasah oleh gerakan Hamas menegaskan bahwa gerakan ini telah mempengaruhinya dari sisi kepribadian dan mengajarkan bagaimana komitmen dengan prinsip permanen dan menanamkan prinsip menjaga harga diri dan kuat sebab kita yakin akan mengembalikan tanah air kami. Dalam suasana ulang tahunnya ke 23, Raqb menegaskan bahwa Hamas berangkat dari titik tolak kombinasi dari dua hal; hal prinsip permanen dan yang berubah sesuai tuntutan zaman. Prinsip permanen adalah; politik perlawanan dan masalah pengakuan bahwa bangsa Palestina  adalah paling berhak atas tanah airnya serta tidak mengakui Israel. dan Hamas mampu membangun kesakralan ini meski dengan berbagai kesulitan dan tekanan. Yang berubah adalah bahwa Hamas melompat dari gerakan perlawanan menuju pemilu politik dan akhirnya menjadi pemenang. Hamas juga fleksibel dalam membangun hubungan dengan negara-negara dunia dan Arab. Sehingga Hamas sendiri memiliki delegasi-delegasi ke sejumlah pihak itu.


Lompatan Kualitatif


Raqb menegaskan bahwa lompatan penting Hamas adalah dari organisasi peperangan “mafia” menjadi bibit militer. Sehingga ini mengubah Hamas menjadi gerakan yang memiliki sayap militer yang memiliki keahlian dan terlatih dalam perang. Hamas juga mampu memberikan pelajaran dalam masalah perundingan bahwa tidak mungkin mengalah dari hak bangsa Palestina dengan demikian mampu memaksa Israel untuk secara pelan-pelan mengakui hak itu. (bn-bsyr)


No comments: